Hari ini adalah hari yang penuh berkah. Walau pedih, tapi lega banget, nget, nget… Hari ini aku menemukan jawaban yang selama ini kucari. Lebih tepatnya menemukan hal yang secara tidak sadar aku cari.
Kemarin malam aku buka fb ketemu ma sobatku ( sobatku ini cowok ) yang juga lagi OL. Kami chatting – chatting sebentar. Aku cerita kalo aku lagi bingung… Urusan cowok laaaaah ( duuuuuuh, hari gini kok ya masih aja ngurusi cowok ya ?, hihihihihihi ). Aku cerita lewat chat. Udah cerita puanjaaaaaang ternyata dia nggak mudheng ma apa yang kutulis, aku juga nggak lega kalo lewat tulisan, hehehehehe… Akhirnya dia ku telpon. Nggak pake cerita panjang, dia langsung nanya ‘ emang siapa namanya ? ‘. Aku nyebutin namanya. Dia langsung kaget, trus bilang, ‘ jangan !. Jangan ma cowok itu, nggak usah ma cowok itu !!!. Nggak banget buat kamu kalo kamu dideketin ma cowok kayak gitu, aku mah nggak rela ‘. WOW !!!. Selama ini udah cerita ke banyak orang, tapi nggak ada yang reaksinya sedemikian kerasnya, aku melongo ( melongo kayak apa juga temenku juga nggak bakal tahu kan, cuma lewat telpon ini, hihihihihi ). Aku balik nanya ‘ kenapa ?, apa alasannya ? ‘. Dia cerita sedikit ( karena banyak banget yang nggak pengen dia ceritain, percuma katanya ). Diantaranya, dia cerita kalo cowok itu hobinya nggak banget deh, dugem ma mainin cewek. Dia juga bilang, pantesan aja kamu dibuat naik turun kayak roller coaster gitu, memang gitu caranya dia mainin cewek. Iya juga sih, aku mulai sering ma dia tuh waktu di bagian yang sama kemaren. Mungkin dia cuma maanfaatin aku doang kali yaa hehehe
Aku nggak sedih menemukan sisi gelap darinya. Padahal sebelum – sebelumnya aku anti denger bad news yang ada hubungannya ma dia. Setelah denger ini aku jadi legaaaaa banget, thank God, terimakasih Ya Allah. Aku jadi menemukan alasan apa yang sebenernya bikin aku nggak mau maju memperjuangkannya. Tapi sampai sekarang ini aku belum menemukan alasan yang satunya. Alasan yang bikin aku nggak mau mundur. Yup, karena selama ini aku nggak maju, nggak mundur, hihihihihihihi, stagnan di tempat.
Sebenernya ini nggak adil juga buat dia. Aku secara nggak langsung nge – judge dia. Bukannya setiap manusia punya kesempatan buat berubah. Tiap – tiap orang berhak dapat second chance, ‘tul nggak ?… Tapi sebelum dia menunjukkan niat yang baik, itikad yang baik, atao minimal ada niat untuk nggak bermain terlalu dalam, aku juga akan berbuat yang sama. Allah Sang Maha Pencipta aja mau memaafkan apalagi aku yang cuma makhluk ciptaanNya.